<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?collection=101&amp;output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:55:33+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>13</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2507" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2492">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2507\SKRIPSI_HESTI_clear.1.pdf</src>
        <authentication>c4e1a6d3bb6991c1a26317e678babbd9</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11603">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN, JARAK KE PELAYANAN KESEHATAN DAN PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11604">
                <text>Penyakit  TB  paru  adalah  penyaki  menular  yang  disebab  kan  oleh &#13;
Mycobacterium  tuberculosis  dengan  pengobatan  yang  memerlukan  kepatuhan &#13;
sesuai  jadwal  pengobatan.  Data  Puskesmas  Rao  tahun  2021,  29,7%  dari  47 &#13;
penderita  yang  mendapat  pengobatan  Obat  Anti  Tuberkulosis  (OAT)  dengan &#13;
pengobatan yang  tidak teratur. Keteraturan penderita TB paru dalam pengobatan &#13;
juga sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, Jarak ke pelayanan kesehatan dan peran &#13;
pengawas  minum  obat  (PMO).  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui &#13;
Hubungan pengetahuan, jarak ke pelayanan kesehatan dan Pengawas Minum Obat &#13;
(PMO)  dengan  kepatuhan  minum  obat  penderita  TB  Paru  di  Wilayah  Kerja &#13;
Puskesmas  Rao  Kabupaten  Pasaman  Tahun  2021.  Penelitian  ini  menggunakan &#13;
metode  deskriptif korelasi dengan desain  crosssectional  dengan  sampel seluruh &#13;
penderita TB paru di Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman pada tahun 2021 dengan &#13;
teknik  total  sampling  yang telah dilakukan pada bulan Agustus 2021. Instrument &#13;
yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dan dianalisa dengan  chi &#13;
square test. Dari hasil analisa univariat menunjukan 57,6% dengan pengetahuan &#13;
yang baik, 55,3% dengan jarak ke fasilitas kesehatan yang dekat, 51,1%  dengan &#13;
PMO yang aktifdan 61,7% mengikuti aturan jadwal minum dan mengambil obat &#13;
yang telah ditetapkan. Hasil analisa bivariat didapatkan  hasil terdapat hubungan &#13;
pengetahuan (p value = 0,003 dan OR 8,171), Jarak ke fasilitas kesehatan (p value = &#13;
0,037 dan OR 4,444) dan PMO (p value = 0,001 dan OR 13,125) dengan kepatuhan &#13;
minum obat penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rao tahun 2021. Saran &#13;
bagi  petugas  TB  Puskesmas  untuk  dapat  menambah  pengetahuan  masyarakat &#13;
umumnya,  penderita  TB  khususnya  dengan  melakukan  penyuluhan-penyuluhan &#13;
tentang TB agar kepatuhan dalam pengobatan TB dapat ditingkatkan oleh penderita &#13;
TB. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11605">
                <text>HESTI WETRI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11606">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11607">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2506" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2491">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2506\SKRIPSI_EFI_DARWANTI_NIM_181012113201021.1.pdf</src>
        <authentication>c13cf9dc0bd4a746a684b73d40b51731</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11599">
                <text>Analisis Laporan Pasien Suspek Covid-19 di RSUD Prof. DR. M. Ali Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11600">
                <text>Coronavirus Disease  2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang &#13;
disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). &#13;
SARS-CoV-2 merupakan  coronavirus  jenis baru yang belum pernah diidentifikasi &#13;
sebelumnya pada manusia.  Untuk lebih jelas dan akuratnya dalam melihat atau &#13;
membaca sebuah data diperlukan penyajian data yang mudah dimengerti, untuk itu &#13;
diperlukannya analisis data tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis &#13;
laporan pasien suspek Covid-19. &#13;
Jenis penelitian ini  deskriptif pendekatan  retrospektif. Populasi adalah seluruh  pasien &#13;
suspek Covid-19 yang telah dilakukan Test-PCR (Polymerase Chain Reaction) atau &#13;
Test Swab yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien Covid-19, sebanyak 359 &#13;
orang, dengan tehnik pengambilan sampel secara total populasi. Penelitian dilakukan &#13;
pada bulan maret 2021.  &#13;
Hasil penelitian menunjukan 52,09% (187) pasien berada pada kategori kasus Suspek &#13;
Covid-19 dan 47,91% (172) pasien berada pada kategori kasus Konfirmasi Covid-19. &#13;
61,50% (115) pasien kasus Suspek Covid-19 di lakukan rawat jalan dan 38,50% (72) &#13;
di rawat inap. 81,98% (141)  pasien kasus Konfirmasi Covid-19 di lakukan  rawat &#13;
jalan dan 18,02% (31) di lakukan rawat  inap. 84,96% (305) pasien Suspek Covid-19 &#13;
di dinyatakan sembuh, 13,09% (47) dirujuk dan 1,95% (7)  di nyatakan meninggal &#13;
dunia. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi pasien suspek Covid-&#13;
19 dapat dianalis dan data bias terbaca secara akurat. Disarankan  agar  rumah sakit &#13;
dapat menampilkan data valid yang telah dianalisis tentang kondisi pasien Covid-19 &#13;
yang dirawat atau dilakukan pemeriksaan sehingga memudahkan pihak yang &#13;
berwenang melihat kondisi atau kejadian Covid-19. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11601">
                <text> EFI DARWANTI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11602">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2505" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2490">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2505\SKRISP_SYAFRIDA_NINGSIH_NIM._181012113201031.1.pdf</src>
        <authentication>a6e30b188c14aca1d73d537b90109f9b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11594">
                <text>EVALUASI PELAKSANAAN KLINIK BERHENTI MEROKOK PUSKESMAS PADANG KARAMBIA KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11595">
                <text>Klinik berhenti  merokok  diresmikan pada  tahun 2012  di  Puskesmas  Padang. &#13;
Berdasarkan  data register klinik,  jumlah pasien dari  tahun  2016  sampai  tahun &#13;
2018  terus mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui &#13;
jalannya pelaksanaan klinik berhenti merokok Puskesmas Padang Karambia Kota  &#13;
Payakumbuh Tahun 2021.  Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif &#13;
yang dilaksanakan  dari  bulan  Februari  sampai  Maret  2021  di  Wilayah Kerja &#13;
Puskesmas Padang Karambia. Sampel yang diambil berjumlah 11 orang sebagai &#13;
informan dengan teknik  purposive sampling.  Pengumpulan  data dilakukan &#13;
dengan wawancara mendalam, FGD,  telaah dokumen dan observasi. Data diolah &#13;
melalui reduksi  data, penyajian  data, dan  penarikan  kesimpulan, setelah  itu &#13;
dilakukan triangulasi. Hasil  penelitian menunjukan bahwa dari segi masukan &#13;
klinik berhenti merokok memiliki tenaga sebagai petugas namun memiliki &#13;
tugas lain, tidak ada dukungan dana untuk program dan tidak ada ruangan &#13;
khusus, Standard Operating Procedure (SOP) sudah ada namun belum dievaluasi &#13;
dan direvisi. Dari segi proses, sosialisasi belum maksimal, ada identifikasi kilien, &#13;
konseling dan terapi sebanyak 3 kali dalam jarak seminggu, tindak  lanjut  belum  &#13;
berjalan dengan baik. Keluaran  (output)  tidak  ada  target pencapaian  kegiatan &#13;
yang terukur  dan  kunjungan pasien masih sangat rendah. Tahun 2020 tidak ada &#13;
kunjungan pasien  karena  Pandemi Covid-19, sedangkan  tahun 2019  jumlahnya &#13;
mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan kurangnya &#13;
kegiatan sosialiasi/promosi  karena tidak adanya anggaran pendukung, serta &#13;
kurangnya  motivasi perokok untuk berkunjung. Untuk itu, pihak Puskesmas &#13;
Padang Karambia agar mengalokasikan dana untuk mendukung kegiatan klinik &#13;
berhenti merokok sehingga dapat meningkatkan sosialisasi/promosi. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11596">
                <text> &#13;
SYAFRIDA NINGSIH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11597">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11598">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2504" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2489">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2504\Mediawati.1.pdf</src>
        <authentication>1373235d153f8a1a39fcbf0f99bc1679</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11589">
                <text>EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SAWAHLUNTO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11590">
                <text> &#13;
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) merupakan kewajiban &#13;
yang harus dimiliki oleh sebuah rumah sakit di Indonesia. Sistem Informasi &#13;
Manajemen Rumah Sakit sudah diatur dalam regulasi SIMRS yang tertuang &#13;
pada  Permenkes RI Nomor 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi &#13;
Manajemen Rumah Sakit. Rumah sakit yang memiliki sistem manajemen &#13;
yang baik sudah hampir selalu dapat dipastikan bahwa standar &#13;
pelayananannya pun baik.  Selain itu penggunaan SIMRS ini juga &#13;
merupakan suatu keharusan dalam memberikan pelayanan kepada pasien &#13;
terkait dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Berdasarkan latar &#13;
belakang yang telah dikemukakan di atas maka rumusan  masalah  pada &#13;
penelitian ini adalah  bagaimana  penerapan Sistem Informasi Manajemen &#13;
Rumah Sakit pada Instalasi Farmasi RSUD Sawahlunto.  Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui  bagaimana pelaksanaan  Sistem Informasi &#13;
Manajemen Rumah Sakit pada Instalasi Faramasi RSUD Sawahlunto. Jenis &#13;
penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi evaluatif  dengan  metode &#13;
observasi dan wawancara mendalam terhadap 5 informan yang terdiri dari 1 &#13;
orang  Kasi Humas yang membawahi petugas SIMRS,1orang  informan &#13;
petugas SIMRS , 1orang  informan Petugas Logistik Farmasi, 1orang &#13;
Informan Petugas Pelayanan Apotek, dan 1 orang informan petugas &#13;
pembuat klaim obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen  input &#13;
meliputi petugas SIMRS saat ini berjumlah 3 orang sudah cukup memadai, &#13;
hanya untuk tenaga penginput di ruangan masing-masing masih perlu &#13;
sosialisasi dan pelatihan, karena petugas pada ruangan sudah banyak yang &#13;
berganti,dan tidak adanya pelatihan khusus yang diberikan. Proses meliputi &#13;
kegiatan pengumpulan data, pengolahan data dan penyimpanan data. Output &#13;
meliputi  hasil dari  SIMRS sangat membantu sekali dan pelaksanaan &#13;
operasional RSUD karena dilakukan secara online, baik dalam pelayanan &#13;
maupun untuk manajemennya, &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11591">
                <text>MEDYAWATI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11592">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11593">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2492" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2477">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2492\SKRIPSI_AHDIKA_SYARPAN_1.1.pdf</src>
        <authentication>3567818f83da828ad879b71f52f9f57e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11529">
                <text>ANALISIS FAKTOR PENYEBAB STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA MADRAS PROVINSI JAMBI TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11530">
                <text>Stunting  (bertubuh pendek) adalah keadaan gagal untuk mencapai potensi &#13;
pertumbuhan seseorang di sebabkan oleh malnutrisi kronis dan penyakit berulang &#13;
selama masa kanak-kanak, pada tahun 2017 22,2 % atau sekitar 150 juta balikta di &#13;
dunia mengalami stunting.Penelitian ini  akan dilaksanakan di Puskesmas Muara &#13;
MadrasKabupaten Marangin Provinsi Jambi  terhitung dari  bulan Juli  -  Agustus &#13;
Tahun 2021. Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif yang &#13;
berbentuk study kasus.Tujuan penelitia untuk  menganalisis faktor penyebab &#13;
terjadinya  stunting  di Puskesmas Muara Madras Provinsi Jambi 2021.Hasil &#13;
penelitian, Informan1 mengalami stunting di karenakan saat baru lahir anak ibu ini &#13;
sudah mengalami masalah gizi yang menyebabkan dirinya stunting.  Informan2 &#13;
kurang pengetahuan ibu mengenai stunting dikarenakan ibu ini hanya tamatan SD, &#13;
kurang bagusnya sanitasi di  rumah tempat tinggal, tidak baiknya pola asuh kepada &#13;
anak, kumuhnya tempat tinggal keluarga dan ketika diberikan makanan gizi &#13;
seimbang dari pihak puskesmas tidak diberikan untuk kebutuhan anaknya melainkan &#13;
untuk hal yang lain, Informan3 menikah di bawah umur dan memiliki pendidikan &#13;
yang rendah yang otomatis ibu ini memiliki pengetahuan yang rendah dan pola asuh &#13;
pada anak yang kurang baik.  Informan  4 dan 5 mengatakan yang menyebabkan &#13;
stunting di wilayah kerja puskesmas yaitu pola asuh, pola pemberian makan, Asi &#13;
ekslusif dan pengetahuan ibu.  Terdapat  4  faktor yang  menyebabkan stunting &#13;
yaitupengetahuan ibu, pola asuh,  pola pemberian makan,  asi ekslusif  di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Muara Madras Provinsi Jambi 2021.  Disarankan ke pihak &#13;
Puskesmas Muara MadrasAgar bisa   menurunkan angka stunting di wilayah tempat &#13;
kerjadan mampu melakukan upaya pencegahan stunting pada balita. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11531">
                <text>AHDIKA SYARPAN </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11532">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT  &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11533">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2490" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2475">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2490\skripsi_DEWI_FITRIANI..1.pdf</src>
        <authentication>28fa21f1d4e4f081a9e0bf1d9faa5dd6</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11519">
                <text>FAKTOR RESIKO KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIAKAR KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11520">
                <text>Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan penyakit TB Paru masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai.Jumlah kasus baru TB di Indonesia sebanyak 845.000 kasusu dan di Sumatera Barat Kota Payakumbuh urutan nomor lima teratas sebanyak 180 kasus dan Puskesmas Tiakar masuk urutan ketiga tertinggi kasus TB di Kota Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko kejadian Tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas tiakar kota payakumbuh. Metode penelitaian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian case control study. Sampel pada penelitian berjumlah 62 yang terdiri dari 31 sampel kasus dan 31 sampel kontrol. Variabel dependen adalah kejadian TB Paru dan variabel independen kebiasaan buang dahak sembarangan , kebiasaan merokok, kebiasaan tidak membuka jendela dan kepadatan hunian. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square, dengan tingkat kepercayaan 95%, p 1. Hasil uji statistik dengan chi-square menunjukkan bahwa faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit TB paru adalah kebiasaan buang dahak sembarangan (p-value 0,002 dan OR 3,870), Kebiasaan meroko (nilai p- value 0,001 dan OR 0,139), Kebiasaan Membuka Jendela (p-value 0,000 dan OR 14,950), dan kepadatan hunian (p-value 0,000 dan OR 11,979). Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan buang dahak sembarangan, kebiasaan merokok, kebiasaan membuka jendela, dan kepadatan hunian merupakan faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit tuberculosis. Disarankan kepada masyarakat untuk lebih menerapkan prilaku hidup sehat dan lebih meningkatkan kewaspadaan dengan meperhatikan faktor-faktor penyebab TB paru.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11521">
                <text> &#13;
DEWI FITRIANI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11522">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2021 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11523">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2488" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2473">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2488\SKRIPSI_EGA_APRISIA.1.pdf</src>
        <authentication>39054dcdb8561b145542e12f7cecc92d</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11509">
                <text>Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Diskriminasi Terhadap ODHA Di Kota Bukittinggi Tahun 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11510">
                <text>Diskriminisi adalah suatu perlakukan yang tidak sama antara individu yang sehat dengan individu yang menderita HIV/AIDS. Bukittinggi merupakan Kota kedua kasus tertinggi HIV/AIDS dengan jumlah penderita HIV (38 kasus) dan AIDS (3 kasus) dan tindakan diskriminasi sebesar (63,7%). ODHA adalah sebutan bagi orang yang menderita HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan diskriminasi terhadap ODHA di Kota Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 92.813 orang masyarakat Kota Bukittinggi yang berumur ≥15 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 398 orang dengan menggunakan teknik sampel multistage random sampling. Analisa data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan diskriminasi terhadap ODHA dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,353 (p&amp;gt;0,05), ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan diskirminasi terhadap ODHA dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,022 (p&amp;lt;0,05), dan ada hubungan antara persepsi masyarakat dengan diskirminasi terhadap ODHA dibuktikan dengan nilai signifikansi p-value 0,000(p&amp;lt;0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan diskriminasi terhadap ODHA dan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan persepsi masyarakat dengan diskriminasi terhadap ODHA di Kota Bukittinggi Tahun 2021. Disarankan kepada lembaga terkait untuk mebuat media baru dan cara baru yang dapat menginformasikan tentang dimana ada virus HIV dan cara penularannyauntuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat mengurangi tindakan diskriminasi terhadap ODHA.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11511">
                <text>Ega Aprisia </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11512">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11513">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2486" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2471">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2486\skripsi_nesa_bella.1.pdf</src>
        <authentication>c0a697d3aa1ea9bcc7b0801e20f70278</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11499">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA MASYARAKAT TERHADAP VAKSIN COVID-19 DI KELURAHAN KUBU GULAI BANCAH TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11500">
                <text>Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah Covid-19. Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19. Di masa pandemi saat ini terdapat pro dan kontra terhadap vaksin Covid-19 pada masyarakat sehingga menimbulkan stigma. Stigma merupakan suatu istilah yang menggambarkan suatu keadaan atau kondisi terkait sudut pandang atas sesuatu yang dianggap bernilai negatif dipahami sebagai kontruksi sosial. Kelurahan Kubu Gulai Bancah sudah menjalankan vaksinasi Covid-19. Saat ini stigma masyarakat terhadap vaksin Covid-19 terus berkembang dengan alasan yang beragam sehingga menimbulkan penolakan terhadap program vaksinasi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stigma Masyarakat Terhadap Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Kubu Gulai Bancah Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini di mulai dari tanggal 1-31 juli 2021 di Kelurahan Kubu Gulai Bancah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1736 responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 responden dengan teknik Accidental Sampling. Hasil uji statistik bivariat menyatakan ada faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yaitu pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap vaksin Covid-19 diperoleh nilai p 0,004 (p&amp;gt;0,05), dan sikap dengan stigma masyarakat terhadap vaksin Covid-19 diperoleh nilai p 0,000 (p&amp;gt;0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan stigma masyarakat terhadap vaksin Covid-19 di Kelurahan Kubu Gulai Bancah tahun 2021. Saran dalam penelitian ini agar masyarakat lebih memahami pencegahan Covid-19 yang menjadi pandemi pada saat sekarang ini.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11501">
                <text>NESA BELLA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11502">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11503">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2484" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2469">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2484\SKRIPSI_SHAVIRA_NOVIANDINI.1.pdf</src>
        <authentication>1dd38c79455ef308f98632a5e5a778e4</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11489">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GERAKAN HIDUP SEHAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS RAMBATAN II KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11490">
                <text>Hidup sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat kesehatan yang sangat penting bagi setiap manusia, mulai dari konsentrasi dalam bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari tentu memerlukan kesahatan, baik kesehatan pribadi maupun kesehatan anak serta keluarga serta kesehatan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang baik, Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa dari 10 orang masyarakat, 6 orang diantaranya masih belum menjalankan gerakan hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Gerakan Hidup Sehat pada Masyarakat Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rambatan II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2021.Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Penelitian ini dimulai dari Agustus sampai dengan September 2021 di Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rambatan II Kabupaten Tanah Datar.Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1642 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 321 orang responden dengan dengan teknik sample Multistage Random Sampling. Hasil uji statistik analisis bivariat menyatakan ada hubungan pengetahuan dengan gerakan hidup sehat pada masyarakat di peroleh nilai0,008 (p&amp;lt;0,05), tidak ada hubungan sikap dengan gerakan hidup sehat pada masyarakat diperoleh0,675 (p&amp;gt;0,05), tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan gerakan hidup sehat pada masyarakatdiperoleh nilai 1,000 (p&amp;gt;0,05), tidak ada hubungan peran tokoh masyarakat dengan gerakan hidup sehat pada masyarakat diperoleh nilai0,193 (p&amp;gt;0,05). Disarakan kepada UPT Puskesmas Rambatan II untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gerakan hidup sehat dengan cara memberikan edukasi media yang menarik perhatian masyarakat dan mudah memahaminya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11491">
                <text>SHAVIRA NOVIANDINI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11492">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11493">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2483" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2468">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2483\skripsi88.1.pdf</src>
        <authentication>f96bc79d8aafe812d1b0830fdd597b87</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11484">
                <text>ANALISIS PEMETAAN DAN FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11485">
                <text>Stunting di dunia sebesar 22,9% dan keadaan gizi balita pendek menjadi penyebab 2,2 juta dari seluruh dunia, Indonesia, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar Riskesdas tahun 2013, terdapat 37,2% balita yang mengalami stunting, stunting di Kabupaten Pasaman terdapat 19,1% dengan peringkat Nomor 3 dari 19 Kabupaten/Kota Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian stunting dan faktor kejadian stunting di Kabupaten Pasaman tahun 2021. Metode Penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian crossectional dan memanfaatkan aplikasi GIS. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 Kecamatan Kabupaten Pasaman tahun 2021. sampel penelitian ini Lansat Kadap dan Lubuk Sikaping, waktu penelitian pada 30 juli sampai 5 agustus, tempat penelitian di Kecamatan Lansat Kadap dan Lubuk Sikaping. Hasil penelitian menggambarkan sejumlah wilayah yang mempunyai kasus kejadian stunting di Kabupaten Pasaman tahun 2020, dari 12 Kecamatan dan 16 Puskesmas, prevalensi kejadian stunting pada balita wilayah Lansat kadap 36,9% sedangkan Lubuk Sikaping 6,2%. dan Faktor resiko di Kecamatan Lansat Kadap persentase BBLR 3.3%, Cakupan Kehadiran Posyandu 57.5%, Sanitasi air minum bekualitas 65,8%, cakupan Asi Eksklusif 89.1%. dan faktor resiko di Kecamatan Lubuk Sikaping, persentase BBLR 2.0%, Cakupan Kehadiran Posyandu 65.8%, Sanitasi air minum bekualitas 88,7%, cakupan Asi Eksklusif 88.9%. Kesimpulan hasil penelitian menggambarkan kasus kejadian stunting wilayah Lansat Kadap dan Lubuk Sikaping, berdasarkan faktor resiko di wilayah lansat kadap dan Lubuk Sikaping dari kasus persentase BBLR sudah memenuhi target, cakupan kehadiran posyandu belum mencapai target, cakupan sanitasi air minum berkualitas masih belum mencapai target, cakupan Asi Eksklusif sudah mencapai target. Diharapkan bagi dinas kesehatan dapat memberikan informasi dan peningkatan status gizi balita di wilayah kerja Dinas kesehatan Pasaman.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11486">
                <text>AGIA SEPNETA PUTRA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11487">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11488">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
