| Rismalinda | Rismalinda | | |
|
|
|
Description:Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian
Kesehatan, prevalensi balita stunting di Provinsi Sumatra Barat sebesar 25,2%
pada 2022. Sedangkan prevalensi balita stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota
pada tahun 2022 mencapai 24,3%. Upaya untuk mempercepat penanganan
masalah gizi kurang dengan memberikan makanan atau cemilan yang berbahan
pangan lokal yang memiliki kandungan gizi yang baik yaitu daun kelor. Tujuan
Penelitian Ini Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Bolu Daun Kelor Terhadap
Berat Badan Balita Di Wilayah Kerja Pustu Dalam Koto Tahun 2024. Metode penelitian
ini menggunakan metode eksperimen dengan tipe rancangan One-Group Pretest-Posttest
Only Design kemudian data diolah menggunakan uji paired sampel test. Populasi
penelitian ini adalah 13 orang dengan sampel sebanyak 8 responden.Hasil penelitian
didapatkan rata-rata BB sebelum pemberian bolu daun kelor pada balita sebanyak 10,537
dengan standar deviasi 1,235 dan rata-rata BB setelah pemberian bolu daun kelor pada
balita sebanyak 12,550 dengan standar deviasi 1,286. Hasil uji normalitas BB sebelum
(Pre-Test) (p=0,846) dan Sesudah (Post-Test) (p=0,833) sehingga dapat
disimpulkan semua data berdistribusi normal dengan probabilitas besar dari 0,05
(p>0,05). Perbedaan rata-rata BB sebelum dan sesudah yaitu -2,012 dengan
standar deviasi yaitu 0,099. Hasil uji statistic didapatkan P value 0.000,dapat
disimpulkan hipotesa diterima karena probabilitas kecil dari 0,05 (p<0,05) artinya
pemberian Bolu Daun Kelor terdapat pengaruh terhadap peningkatan Berat
Badan pada Balita Di Wilayah Kerja Pustu Dalam Koto tahun 2024. Dengan hasil
penelitian ini, diharapkan kepada ibu balita agar memberikan makanan tambahan
bolu daun kelor yang mengandung protein cukup tinggi sebagai penunjang
kenaikan berat badan pada balita. [show more]
|
|
| Robbins and Cotran PATHOLOGIC BASIS OF DISEASE | Robbins and Cotran PATHOLOGIC BASIS OF DISEASE | | |
|
|
Rural Healthy People 2010:
A Companion Document to Healthy People 2010
VOLUME 1 | Rural Healthy People 2010:
A Companion Document to Healthy People 2010
VOLUME 1 | | |
|
|
Rural Healthy People 2010:
A Companion Document to Healthy People 2010 | Rural Healthy People 2010:
A Companion Document to Healthy People 2010 | | |
|
|
| Rural Healthy People 2010: A Companion Document to Healthy People 2010 VOLUME 1 | Rural Healthy People 2010: A Companion Document to Healthy People 2010 VOLUME 1 | | |
|
|
Safety and health in the construction
of fixed offshore installations
in the petroleum industry | Safety and health in the construction
of fixed offshore installations
in the petroleum industry | | |
|
|
sarana untuk Produktivitas
Keselamatan dan Kesehatan Kerja | sarana untuk Produktivitas
Keselamatan dan Kesehatan Kerja | | |
|
|
|
Description:Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melanjutkan pekerjaan mereka
secara efektif dan efisien. Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dan banyak
terdapat bahaya, kerusakan dan absen sakit tak terhindarkan, mengakibatkan hilangnya
pendapatan bagi pekerja dan produktivitas berkurang bagi perusahaan. [show more]
|
|
Sawit Indonesia
dalam Dinamika Pasar Dunia
| Sawit Indonesia
dalam Dinamika Pasar Dunia
| | |
|
|
|
Description:Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar secara global
dengan kontribusi sekitar 58% dari total produksi Crude Palm Oil (CPO)
dunia. Tidak hanya soal produksi, Indonesia juga menjadi pemimpin
eksportir CPO dunia dengan menyumbang 56% dari total ekspor CPO
global. Data tersebut menunjukkan betapa strategisnya peran Indonesia
dalam pemenuhan vegetable oil dunia khususnya minyak sawit. Peran
strategis Indonesia ini tentunya tidak terlepas dari tantangan dan
hambatan perdagangan internasional yang melingkupinya, utamanya
yang bersifat non-tariff barriers.
Setidaknya ada lebih dari 15 jenis isu dapat dikategorikan sebagai non-
tariff barriers yang ditujukan untuk minyak sawit Indonesia. Hambatan
non-tarif tersebut sebagian besar berupa penerbitan dan pemberlakuan
regulasi di negara tujuan ekspor yang cenderung bersifat diskriminasi, dan
sebagian lainnya bersifat negative campaign. Hal yang menarik dari jenis
hambatan non-tarif tersebut, sebagian besar berasal dari Uni Eropa yang
merupakan negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia terbesar nomor
empat setelah India, Cina dan Pakistan. [show more]
|
|
Science and Technology and the Future
Development of Societies | Science and Technology and the Future
Development of Societies | | |
|
|
| Science and Technology and the Future Development of Societies | Science and Technology and the Future Development of Societies | | |
|
|