Perbandingan Efektifitas Pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO)
Dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) Terhadap Striae
Gravidarum Ibu Hamil Di Polindes Kp. Sagit
Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2022
| Perbandingan Efektifitas Pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO)
Dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) Terhadap Striae
Gravidarum Ibu Hamil Di Polindes Kp. Sagit
Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2022
| | |
|
|
|
Description:Pada masa kehamilan, terjadi perubahan pada kulit yang berbeda antara satu
wanita dengan wanita lain dikarenakan adanya pertambahan darah yang mengalir
ke kulit yang menyebabkan perubahan kulit wanita hamil yaitu striae gravidarum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Efektivitas Pemberian
Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap Striae
Gravidarum pada Ibu Hamil Di Polindes Kp Sagit Limau Puruik Kabupaten Padang
Pariaman Tahun 2022. Desain penelitian adalah quasy eksperimen two group pre
test post test (Sample yang diambil dalam penelitian ini adalah populasi 32 orang
dan sampel 8 orang dengan teknik simple random sampling). Uji berdistribusi
normal saphiro wilk, menggunakan uji T dependent dan T Independent. Waktu
penelitian sampai dengan menyelesaikan hasil dan pembahasan penelitian ini akan
dilakukan selama bulan Januari–Agustus 2022. Hasil penelitian rata-rata striae
gravidarum pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) pretest 12,50 dan Post test 7,50.
Rata-rata striae gravidarum pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) pretest
14,50 dan Post test 8,75. Uji bivariat menggunakan uji T dependent menunjukkan
adanya pengaruh pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Striae
Gravidarum dengan p-value 0,000, adanya pengaruh Extra Virgin Olive Oil
(EVOO) terhadap Striae Gravidarum dengan p-value 0,000 dan adanya
perbandingan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO)
terhadap Striae Gravidarum menggunakan uji T independent (p-value 0,337).
Disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perubahan Striae
Gravidarum dengan pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive
Oil (EVOO) pada ibu hamil trimester II. [show more]
|
|
Perbandingan Efektifitas Pijat Oketani Dan Kombinasi Pijat Oksitosin Dengan Pijat Woolwich Terhadap Volume Air Susu Ibu Di BPM E Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Di Kabupaten Solok Tahun 2024
| Perbandingan Efektifitas Pijat Oketani Dan Kombinasi Pijat Oksitosin Dengan Pijat Woolwich Terhadap Volume Air Susu Ibu Di BPM E Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Di Kabupaten Solok Tahun 2024
| | |
|
|
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN PEPAYA
(Carica Papaya Linn) DENGAN KUNYIT ASAM
(Curcuma Domestica Val-Tamarindus Indica)
TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI DISMINORHEA PADA
REMAJA PUTRI DI MTSN
1 MERANGIN
TAHUN
2024 | PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN PEPAYA
(Carica Papaya Linn) DENGAN KUNYIT ASAM
(Curcuma Domestica Val-Tamarindus Indica)
TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI DISMINORHEA PADA
REMAJA PUTRI DI MTSN
1 MERANGIN
TAHUN
2024 | | |
|
|
|
Description:Menurut data WHO tahun 2020, kejadian disminorhea adalah 1.769.425 (90%)
wanita yang menderita disminorhea, di tempat penelitian terdapat 64 siswi dengan
47 (73,4%) siswi mengalami kesulitan belajar karena efek disminorhea, dan 17
siswa (26,6%) aktivitas tidak terganggu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui
perbandingan efektifitas rebusan daun pepaya dengan kunyit asam terhadap
dismenore primer. Jenis Penelitian adalah penelitian eksperimental dengan
rancangan Pretest-Postest Control Group Design. Populasi sebanyak 115 siswi
yang sudah mengalami haid, Sampel berjumlah 18 orang dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan lembar observasi kemudian analisis dengan uji ANOVA, Instrumen
yang digunakan adalah Numeric Rating Scale, penelitian dilaksanakan pada tanggal
5 Maret 2024 s.d 5 April 2024 di MTsN 1 Merangin. Rata-rata skor nyeri sebelum
diberikan rebusan daun pepaya 6.94 sedangkan rata-rata skor nyeri setelah
diberikan rebusan daun pepaya 3.89. Rata-rata skor nyeri sebelum diberikan
rebusan kunyit asam 5.89 sedangkan rata-rata skor nyeri setelah diberikan kunyit
asam 3.06. Ada perbedaan rata-rata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah
diberikan rebusan daun pepaya p value = 0,000. Ada perbedaan rata-rata skor nyeri
dismenore sebelum dan setelah diberikan kunyit asam p value 0,000. Tidak ada
perbedaan rata-rata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan rebusan
daun pepaya dan kunyit asam p value 0,101. Rebusan daun pepaya dan kunyit asam
mempunyai efektifitas yang sama dalam menurunkan nyeri dismenore primer.
Harapan dari penelitian sebagai sumber informasi dalam meningkatkan kesehatan
dengan terapi alternatif yang efektif dan minim efek samping. [show more]
|
|
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS SLOW DEEP BREATHING EXERCISE
DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN
TAHUN 2023
| PERBANDINGAN EFEKTIFITAS SLOW DEEP BREATHING EXERCISE
DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN
TAHUN 2023
| | |
|
|
|
Description:Hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 34,1%. Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular (PTM), telah menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena penyebarannya yang luas dan terus meningkat. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi yaitu dengan dua cara yakni secara farmakologi dan non farmakologis. Salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah dengan latihan Slow deep breathing dan Terapi Rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Efektifitas Terapi Slow Deep Breathing Exercise dengan Terapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperimen menggunakan pendekatan Two Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini 20 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling (Purposive sampling). Hasil uji statistik analisis bivariat menggunakan uji unpaired sample T test diperoleh p-value sistolik setelah SDB dan rendam kaki air hangat sebesar p value 0.493( >0,05) dan p-value diastolik setelah terapi SDB dan rendam kaki air hangat menggunakan uji Mann-Whitney sebesar 0.247 ( >0,05) dan diketahui bahwa nilai t hitung terapi Slow Deep Breathing Exercise sebesar 9.576 sedangkan terapi Rendam kaki air hangat sebesar 10.064. Disimpulkan bahwa terapi Rendam kaki air hangat lebih efektif dibandingkan terapi Slow Deep Breathing dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin tahun 2023. Disarankan kepada penderita hipertensi untuk dapat melakukan terapi Rendam kaki air hangat sebagai salah satu upaya pengendalikan tekanan darah. [show more]
|
|
Perbandingan Efektivitas Daun Kelor dan Jus Bayam Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Babungo Kabupaten Solok Tahun 2025
| Perbandingan Efektivitas Daun Kelor dan Jus Bayam Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Babungo Kabupaten Solok Tahun 2025
| | |
|
|
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Jeruk Nipis Dengan Ekstrak Jahe Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil TM I Di Klinik Bersalin Aria Bunda Kota Bukittinggi Tahun 2023”
| Perbandingan Efektivitas Ekstrak Jeruk Nipis Dengan Ekstrak Jahe Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil TM I Di Klinik Bersalin Aria Bunda Kota Bukittinggi Tahun 2023”
| | |
|
|
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARRUBRUM) DAN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 8 SIJUNJUNG TAHUN 2024
| PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARRUBRUM) DAN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 8 SIJUNJUNG TAHUN 2024
| | |
|
|
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MINYAK KEMIRI & MINYAK
KELAPA TERHADAP DERMATITIS SEBOROIK/SHEBORRHEA
(CRADLE CAP) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS IV KOTO KINALI
KABUPATEN PASAMAN BARAT
| PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MINYAK KEMIRI & MINYAK
KELAPA TERHADAP DERMATITIS SEBOROIK/SHEBORRHEA
(CRADLE CAP) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS IV KOTO KINALI
KABUPATEN PASAMAN BARAT
| | |
|
|
|
Description:Dermatitis Seboroik/Seborrhea merupakan penyakit yang umum, kronik, dan
merupakan inflamasi superfisial dari kulit, ditandai oleh pruritus, berminyak,
bercak merah dengan berbagai ukuran dan bentuk pada kulit yang banyak
mengandung kelenjar sebasea, seperti kulit kepala, muka, dan telinga. Kelainan ini
berupa krusta meliputi seluruh kulit kepala, menebal, basah dan melekat disebut
”cradle cup”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas
pemberian minyak kemiri dan minyak kelapa terhadap dermatitis
seboroik/sheborhea (Cradle Cap) pada bayi 6-12 bulan. Jenis penelitian analisis
komparatif dengan rancangan pra-eksperimen desain one group pretest-posttest.
Responden yang di gunakan berjumlah 5 orang dengan teknik purposive sampling.
Analisa data yang di gunakan uji t-test. Analisis data yang diguankan uji-t-test. Dari
hasil penelitian menunjukkan gejala cradle cap sebelum diberikan intervensi adalah
sebesar 4,6 dan setelah diberikan intervensi adalah sebesar 4,0 dengan
menggunakan minyak kemiri dan 0,6 dengan menggunakan minyak kelapa. Hasil
uji statistik didapatkan dapatkan p-value 0,001 artinya ada pengaruh antara cradle
cap sebelum dan sesudah di berikan intervensi minyak kemiri dan minyak kelapa.
Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa rata-rata minyak kemiri sesudah intervensi
adalah 4,0 dengan standar deviasi 2,44. Gejala cradle cap paling rendah adalah 1
gejala dan yang paling tinggi adalah 7 gejala. Pemberian minyak kelapa di dapatkan
bahwa rata- rata minyak kelapa sesudah intervensi adalah 0,6 dengan standar
deviasi 0,54. Gejala cradle cap paling rendah adalah 0 gejala atau tidak muncul
gejala dan yang paling tinggi adalah 1 gejala. Diharapkan pemberian minyak kelapa
ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan pengobatan alternative dalam
menerapkan pengobatan dermatitis seboroik (Cradle Cap) pada bayi usia 6-12
bulan secara non farmakologis pada pelayanan kesehatan dalam masyarakat [show more]
|
|
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMA
TERAPI LAVENDER (LAVANDULA) DAN AROMA
TERAPI JASMINE (JASMINUM) TERHADAP RASA
NYERI PADA IBU INPARTU KALA I DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TANJUNG BERINGIN
KABUPATEN PESISIR SELATAN
TAHUN 2024 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMA
TERAPI LAVENDER (LAVANDULA) DAN AROMA
TERAPI JASMINE (JASMINUM) TERHADAP RASA
NYERI PADA IBU INPARTU KALA I DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TANJUNG BERINGIN
KABUPATEN PESISIR SELATAN
TAHUN 2024 | | |
|
|
|
Description:Di Indonesia sendiri, angka persalinan SC terus meningkat. Berdasarkan
hasil Riskesdas 2018 menyatakan terdapat 15,3% persalinan dilakukan melalui
operasi. Provinsi tertinggi dengan persalinan melalui Sectio Caesarea adalah DKI
Jakarta (27,2%), Kepulauan Riau (24,7%), dan Sumatera Barat (23,1%).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Angka SC tanpa
indikasi di tahun 2022 adalah 28,5%. Metode non farmakologi yang dapat
digunakan yaitu pemberian aromaterapi lavender dan jasmine. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender dan
aromaterapi jasmine terhadap rasa nyeri pada ibu inpartu kala I di wilayah kerja
Puskesmas Tanjung Beringin Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2024. Desain
penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan the two group pre-
posttest design. Sampel diambil penelitian ini adalah 20 responden dari 60
populasi dengan menggunakan surposive sampling. Waktu penelitian dilakukan
pada tanggal 15 Februari 2024 s/d 20 Maret 2024. Pengumpulan data dengan
menggunakan lembar observasi NRS kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon dan
Mann-Whitney. Hasil penelitian uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0.006
(<0.05) artinya terdapat perbedaan tingkat nyeri ibu inpartu kala I setelah
pemberian aromaterapi lavander dan hasil Wilcoxon menunjukkan nilai p-value
0.006 (<0.05) artinya terdapat perbedaan tingkat nyeri ibu inpartu kala I setelah
pemberian aromaterapi jasmine. Hasil analisis Uji Mann-Whitney didapatkan nilai
p-value 0.202 (>0.05) dari hasil diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan
efektivitas pemberian aromterapi lavender dan aromaterapi jasmine terhadap rasa
nyeri pada ibu inpartu kala I. Diharapkan dapat menambah informasi dan
pengembangan ilmu serta menambah literatur bacaan sebagai bahan ajar
kurikulum pendidikan jurusan kebidanan khususnya yang berkaitan dengan Terapi
Komplementar dalam kebidanan. [show more]
|
|
Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus Buah Naga Merah Dengan Pemberian Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil TM III Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Tahun 2024
| Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus Buah Naga Merah Dengan Pemberian Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil TM III Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Tahun 2024
| | |
|
|