3384 items found
No search filters
Identifier Title Type Subject
Perbandingan Efektifitas Pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO)
Dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) Terhadap Striae
Gravidarum Ibu Hamil Di Polindes Kp. Sagit
Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2022
Perbandingan Efektifitas Pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO)
Dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) Terhadap Striae
Gravidarum Ibu Hamil Di Polindes Kp. Sagit
Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2022
Description:Pada masa kehamilan, terjadi perubahan pada kulit yang berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dikarenakan adanya pertambahan darah yang mengalir ke kulit yang menyebabkan perubahan kulit wanita hamil yaitu striae gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Efektivitas Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap Striae Gravidarum pada Ibu Hamil Di Polindes Kp Sagit Limau Puruik Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2022. Desain penelitian adalah quasy eksperimen two group pre test post test (Sample yang diambil dalam penelitian ini adalah populasi 32 orang dan sampel 8 orang dengan teknik simple random sampling). Uji berdistribusi normal saphiro wilk, menggunakan uji T dependent dan T Independent. Waktu penelitian sampai dengan menyelesaikan hasil dan pembahasan penelitian ini akan dilakukan selama bulan Januari–Agustus 2022. Hasil penelitian rata-rata striae gravidarum pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) pretest 12,50 dan Post test 7,50. Rata-rata striae gravidarum pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) pretest 14,50 dan Post test 8,75. Uji bivariat menggunakan uji T dependent menunjukkan adanya pengaruh pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Striae Gravidarum dengan p-value 0,000, adanya pengaruh Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap Striae Gravidarum dengan p-value 0,000 dan adanya perbandingan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap Striae Gravidarum menggunakan uji T independent (p-value 0,337). Disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perubahan Striae Gravidarum dengan pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) pada ibu hamil trimester II. [show more]
Perbandingan Efektifitas Pijat Oketani Dan Kombinasi Pijat Oksitosin Dengan Pijat Woolwich Terhadap Volume Air Susu Ibu Di BPM E Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Di Kabupaten Solok Tahun 2024
Perbandingan Efektifitas Pijat Oketani Dan Kombinasi Pijat Oksitosin Dengan Pijat Woolwich Terhadap Volume Air Susu Ibu Di BPM E Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Di Kabupaten Solok Tahun 2024
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN PEPAYA
(Carica Papaya Linn) DENGAN KUNYIT ASAM
(Curcuma Domestica Val-Tamarindus Indica)
TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI DISMINORHEA PADA
REMAJA PUTRI DI MTSN
1 MERANGIN
TAHUN
2024
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN PEPAYA
(Carica Papaya Linn) DENGAN KUNYIT ASAM
(Curcuma Domestica Val-Tamarindus Indica)
TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI DISMINORHEA PADA
REMAJA PUTRI DI MTSN
1 MERANGIN
TAHUN
2024
Description:Menurut data WHO tahun 2020, kejadian disminorhea adalah 1.769.425 (90%) wanita yang menderita disminorhea, di tempat penelitian terdapat 64 siswi dengan 47 (73,4%) siswi mengalami kesulitan belajar karena efek disminorhea, dan 17 siswa (26,6%) aktivitas tidak terganggu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas rebusan daun pepaya dengan kunyit asam terhadap dismenore primer. Jenis Penelitian adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Pretest-Postest Control Group Design. Populasi sebanyak 115 siswi yang sudah mengalami haid, Sampel berjumlah 18 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian analisis dengan uji ANOVA, Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale, penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2024 s.d 5 April 2024 di MTsN 1 Merangin. Rata-rata skor nyeri sebelum diberikan rebusan daun pepaya 6.94 sedangkan rata-rata skor nyeri setelah diberikan rebusan daun pepaya 3.89. Rata-rata skor nyeri sebelum diberikan rebusan kunyit asam 5.89 sedangkan rata-rata skor nyeri setelah diberikan kunyit asam 3.06. Ada perbedaan rata-rata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan rebusan daun pepaya p value = 0,000. Ada perbedaan rata-rata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan kunyit asam p value 0,000. Tidak ada perbedaan rata-rata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan rebusan daun pepaya dan kunyit asam p value 0,101. Rebusan daun pepaya dan kunyit asam mempunyai efektifitas yang sama dalam menurunkan nyeri dismenore primer. Harapan dari penelitian sebagai sumber informasi dalam meningkatkan kesehatan dengan terapi alternatif yang efektif dan minim efek samping. [show more]
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS SLOW DEEP BREATHING EXERCISE
DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN
TAHUN 2023
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS SLOW DEEP BREATHING EXERCISE
DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN
TAHUN 2023
Description:Hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 34,1%. Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular (PTM), telah menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena penyebarannya yang luas dan terus meningkat. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi yaitu dengan dua cara yakni secara farmakologi dan non farmakologis. Salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah dengan latihan Slow deep breathing dan Terapi Rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Efektifitas Terapi Slow Deep Breathing Exercise dengan Terapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperimen menggunakan pendekatan Two Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini 20 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling (Purposive sampling). Hasil uji statistik analisis bivariat menggunakan uji unpaired sample T test diperoleh p-value sistolik setelah SDB dan rendam kaki air hangat sebesar p value 0.493( >0,05) dan p-value diastolik setelah terapi SDB dan rendam kaki air hangat menggunakan uji Mann-Whitney sebesar 0.247 ( >0,05) dan diketahui bahwa nilai t hitung terapi Slow Deep Breathing Exercise sebesar 9.576 sedangkan terapi Rendam kaki air hangat sebesar 10.064. Disimpulkan bahwa terapi Rendam kaki air hangat lebih efektif dibandingkan terapi Slow Deep Breathing dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin tahun 2023. Disarankan kepada penderita hipertensi untuk dapat melakukan terapi Rendam kaki air hangat sebagai salah satu upaya pengendalikan tekanan darah. [show more]
Perbandingan Efektivitas Daun Kelor dan Jus Bayam Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Babungo Kabupaten Solok Tahun 2025
Perbandingan Efektivitas Daun Kelor dan Jus Bayam Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Babungo Kabupaten Solok Tahun 2025
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Jeruk Nipis Dengan Ekstrak Jahe Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil TM I Di Klinik Bersalin Aria Bunda Kota Bukittinggi Tahun 2023”
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Jeruk Nipis Dengan Ekstrak Jahe Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil TM I Di Klinik Bersalin Aria Bunda Kota Bukittinggi Tahun 2023”
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARRUBRUM) DAN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 8 SIJUNJUNG TAHUN 2024
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARRUBRUM) DAN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 8 SIJUNJUNG TAHUN 2024
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MINYAK KEMIRI & MINYAK
KELAPA TERHADAP DERMATITIS SEBOROIK/SHEBORRHEA
(CRADLE CAP) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS IV KOTO KINALI
KABUPATEN PASAMAN BARAT

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MINYAK KEMIRI & MINYAK
KELAPA TERHADAP DERMATITIS SEBOROIK/SHEBORRHEA
(CRADLE CAP) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS IV KOTO KINALI
KABUPATEN PASAMAN BARAT

Description:Dermatitis Seboroik/Seborrhea merupakan penyakit yang umum, kronik, dan merupakan inflamasi superfisial dari kulit, ditandai oleh pruritus, berminyak, bercak merah dengan berbagai ukuran dan bentuk pada kulit yang banyak mengandung kelenjar sebasea, seperti kulit kepala, muka, dan telinga. Kelainan ini berupa krusta meliputi seluruh kulit kepala, menebal, basah dan melekat disebut ”cradle cup”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian minyak kemiri dan minyak kelapa terhadap dermatitis seboroik/sheborhea (Cradle Cap) pada bayi 6-12 bulan. Jenis penelitian analisis komparatif dengan rancangan pra-eksperimen desain one group pretest-posttest. Responden yang di gunakan berjumlah 5 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data yang di gunakan uji t-test. Analisis data yang diguankan uji-t-test. Dari hasil penelitian menunjukkan gejala cradle cap sebelum diberikan intervensi adalah sebesar 4,6 dan setelah diberikan intervensi adalah sebesar 4,0 dengan menggunakan minyak kemiri dan 0,6 dengan menggunakan minyak kelapa. Hasil uji statistik didapatkan dapatkan p-value 0,001 artinya ada pengaruh antara cradle cap sebelum dan sesudah di berikan intervensi minyak kemiri dan minyak kelapa. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa rata-rata minyak kemiri sesudah intervensi adalah 4,0 dengan standar deviasi 2,44. Gejala cradle cap paling rendah adalah 1 gejala dan yang paling tinggi adalah 7 gejala. Pemberian minyak kelapa di dapatkan bahwa rata- rata minyak kelapa sesudah intervensi adalah 0,6 dengan standar deviasi 0,54. Gejala cradle cap paling rendah adalah 0 gejala atau tidak muncul gejala dan yang paling tinggi adalah 1 gejala. Diharapkan pemberian minyak kelapa ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan pengobatan alternative dalam menerapkan pengobatan dermatitis seboroik (Cradle Cap) pada bayi usia 6-12 bulan secara non farmakologis pada pelayanan kesehatan dalam masyarakat [show more]
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMA
TERAPI LAVENDER (LAVANDULA) DAN AROMA
TERAPI JASMINE (JASMINUM) TERHADAP RASA
NYERI PADA IBU INPARTU KALA I DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TANJUNG BERINGIN
KABUPATEN PESISIR SELATAN
TAHUN 2024
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMA
TERAPI LAVENDER (LAVANDULA) DAN AROMA
TERAPI JASMINE (JASMINUM) TERHADAP RASA
NYERI PADA IBU INPARTU KALA I DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TANJUNG BERINGIN
KABUPATEN PESISIR SELATAN
TAHUN 2024
Description:Di Indonesia sendiri, angka persalinan SC terus meningkat. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 menyatakan terdapat 15,3% persalinan dilakukan melalui operasi. Provinsi tertinggi dengan persalinan melalui Sectio Caesarea adalah DKI Jakarta (27,2%), Kepulauan Riau (24,7%), dan Sumatera Barat (23,1%). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Angka SC tanpa indikasi di tahun 2022 adalah 28,5%. Metode non farmakologi yang dapat digunakan yaitu pemberian aromaterapi lavender dan jasmine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender dan aromaterapi jasmine terhadap rasa nyeri pada ibu inpartu kala I di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Beringin Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan the two group pre- posttest design. Sampel diambil penelitian ini adalah 20 responden dari 60 populasi dengan menggunakan surposive sampling. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 15 Februari 2024 s/d 20 Maret 2024. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi NRS kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0.006 (<0.05) artinya terdapat perbedaan tingkat nyeri ibu inpartu kala I setelah pemberian aromaterapi lavander dan hasil Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0.006 (<0.05) artinya terdapat perbedaan tingkat nyeri ibu inpartu kala I setelah pemberian aromaterapi jasmine. Hasil analisis Uji Mann-Whitney didapatkan nilai p-value 0.202 (>0.05) dari hasil diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan efektivitas pemberian aromterapi lavender dan aromaterapi jasmine terhadap rasa nyeri pada ibu inpartu kala I. Diharapkan dapat menambah informasi dan pengembangan ilmu serta menambah literatur bacaan sebagai bahan ajar kurikulum pendidikan jurusan kebidanan khususnya yang berkaitan dengan Terapi Komplementar dalam kebidanan. [show more]
Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus Buah Naga Merah Dengan Pemberian Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil TM III Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Tahun 2024
Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus Buah Naga Merah Dengan Pemberian Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil TM III Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Tahun 2024